Pantai Papuma merupakan salah satu pantai paling terkenal di Kabupaten Jember. Nama Papuma berasal dari singkatan Pasir Putih Malikan, sesuai karakter pantainya yang memiliki hamparan pasir terang berpadu dengan gugusan batu karang besar di tengah laut. Lanskap tersebut membuat Papuma mudah dikenali dan menjadikannya salah satu tujuan utama dalam daftar wisata Jember.
Keindahan Papuma tidak hanya dapat dinikmati dari garis pantai. Pengunjung bisa naik menuju Bukit Siti Hinggil untuk melihat laut dari ketinggian, menikmati panorama gugusan karang, menunggu matahari terbenam, mencoba makanan laut, atau menginap jika ingin menikmati suasana pantai lebih lama. Perhutani sebagai pengelola juga menempatkan Tanjung Papuma sebagai destinasi ekowisata dengan kegiatan seperti menikmati pantai, melihat panorama dari Siti Hinggil, naik perahu nelayan, dan menikmati hidangan laut. (Perhutani)
Ada perubahan penting pada 2026 yang perlu diketahui sebelum datang. Sejak 2 Januari 2026, tiket Pantai Papuma telah diintegrasikan dengan Pantai Watu Ulo. Pengunjung hanya perlu membayar satu tiket untuk mengakses kedua destinasi tersebut. Kebijakan ini membuat perjalanan ke kawasan pantai selatan Jember menjadi lebih mudah sekaligus lebih ekonomis. (Perhutani)
Mengenal Pantai Papuma
Pantai Papuma berada di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kawasannya berupa tanjung yang menjorok ke laut sehingga sering juga disebut Tanjung Papuma.
Alamat: Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Posisi tanjung inilah yang membuat panorama Papuma terasa berbeda dibanding beberapa pantai di Jember lainnya. Dari satu kawasan, pengunjung dapat melihat laut, pantai berpasir, tebing, pepohonan, dan gugusan batu karang yang tersebar di depan garis pantai.
Nama Papuma merupakan singkatan dari Pasir Putih Malikan. Sebelum berkembang menjadi destinasi wisata, kawasan ini merupakan bagian dari area hutan produksi yang dikelola Perhutani dan lebih banyak dikenal masyarakat sekitar sebagai lokasi mencari ikan serta hasil laut. Pengembangan sebagai destinasi wisata kemudian dilakukan secara bertahap sejak sekitar era 1990-an. (Perhutani)
Sekarang Papuma menjadi salah satu tempat wisata Jember yang paling sering dikunjungi, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
Pasir Putih dan Gugusan Karang yang Menjadi Ciri Papuma
Hal pertama yang paling menonjol adalah perpaduan pasir putih dengan batu-batu karang besar.
Karang tersebut tidak hanya berada dekat pantai, tetapi juga muncul di tengah laut dengan bentuk yang berbeda-beda. Beberapa di antaranya sudah lama dikenal masyarakat dan menjadi bagian penting dari panorama Papuma.
Ketika ombak datang, air memecah pada batuan tersebut dan menciptakan pemandangan yang cukup dramatis.
Pantai ini berhadapan dengan perairan selatan Jawa sehingga karakter ombaknya tidak sama dengan pantai utara yang cenderung lebih tenang.
Karena itu, jangan hanya memperhatikan keindahan airnya.
Gelombang besar dapat datang sewaktu-waktu dan pengunjung perlu mematuhi batas aman yang ditentukan petugas.
Bagian Malikan sendiri dikenal mempunyai ombak serta arus yang cukup kuat. (Perhutani)
Bukit Siti Hinggil, Sudut Terbaik Melihat Papuma
Jika hanya menikmati Papuma dari pasir pantai, pengalaman kunjungan belum lengkap.
Salah satu bagian yang paling menarik adalah Bukit Siti Hinggil.
Dari titik yang lebih tinggi, pengunjung dapat melihat keseluruhan lanskap pantai, laut lepas, garis tanjung, serta batu-batu karang yang menjadi ciri Papuma.
Perhutani bahkan memasukkan menikmati lanskap dari Bukit Siti Hinggil sebagai salah satu aktivitas utama di Tanjung Papuma. (Perhutani)
Perjalanan menuju titik pandang membutuhkan sedikit tenaga karena terdapat jalur menanjak.
Gunakan alas kaki yang nyaman dan hindari naik ketika kondisi jalur licin setelah hujan.
Pagi dan sore menjadi waktu paling nyaman karena suhu tidak terlalu panas.
Bagi pengunjung yang mencari wisata alam Jember, pemandangan dari Siti Hinggil menjadi salah satu alasan terkuat untuk memilih Papuma.
Pantai Papuma untuk Menikmati Sunset
Papuma terkenal sebagai salah satu tempat menikmati matahari terbenam.
Sore hari, warna langit berpadu dengan siluet batu karang sehingga suasananya berbeda dibanding siang.
Perhutani juga secara khusus menyebut sunset sebagai salah satu pengalaman yang sayang dilewatkan ketika berada di Papuma. (Perhutani)
Jika tujuan utama fotografi, datang sekitar pukul 15.30–16.00.
Waktu tersebut memberikan kesempatan untuk berjalan, menentukan posisi, naik ke titik pandang, dan menunggu perubahan cahaya tanpa terburu-buru.
Jangan baru tiba ketika matahari hampir tenggelam karena perjalanan menuju Papuma melewati kawasan selatan Jember yang membutuhkan waktu.
Setelah matahari terbenam, tetap perhitungkan perjalanan keluar dari kawasan dan kondisi jalan malam.
Bagaimana dengan Sunrise?
Papuma juga dapat dinikmati pagi hari.
Karena bentuk tanjung dan posisi beberapa bagian pantai, pengunjung dapat menemukan panorama pagi yang menarik.
Keuntungan datang pagi bukan hanya soal cahaya.
Pantai biasanya belum seramai siang dan suhu masih lebih nyaman.
Bagi wisatawan yang menginap di sekitar kawasan, datang sangat pagi menjadi pilihan yang menarik untuk menikmati suasana tanpa banyak pengunjung.
Papuma juga mempunyai fasilitas penginapan sehingga wisatawan dapat mempertimbangkan bermalam jika ingin mengejar suasana dini hari. (Perhutani)
Tiket Pantai Papuma 2026 Kini Terintegrasi dengan Watu Ulo
Perubahan tiket menjadi salah satu informasi terpenting pada 2026.
Mulai 2 Januari 2026, Pemerintah Kabupaten Jember bersama Perhutani menerapkan tiket terintegrasi Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo.
Harga tiket terintegrasi: Rp12.500 per orang.
Dengan satu tiket tersebut, wisatawan dapat menikmati Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo tanpa harus membayar tiket masuk masing-masing seperti sebelumnya. Sistem ini sudah berjalan pada periode libur Lebaran Maret 2026. (Pemkab Jember)
Sebelum kebijakan tersebut, tiket Papuma pernah berada di Rp25.000 sementara Watu Ulo Rp10.000. Integrasi membuat biaya kunjungan dua destinasi menjadi jauh lebih rendah. (jdih.jemberkab.go.id)
Tetap siapkan biaya tambahan untuk:
- Parkir kendaraan.
- Makanan dan minuman.
- Perahu jika tersedia dan ingin digunakan.
- Penginapan.
- Aktivitas tambahan.
- Kebutuhan pribadi.
Tarif dapat kembali berubah setelah artikel ini diterbitkan.
Sistem Satu Tiket Papuma dan Watu Ulo
Integrasi tiket juga membuat itinerary kawasan pantai selatan Jember lebih mudah.
Pengunjung tidak perlu memilih salah satu hanya karena persoalan tiket.
Papuma dan Watu Ulo berada cukup dekat sehingga keduanya sangat masuk akal dikunjungi dalam hari yang sama.
Papuma mempunyai keunggulan pasir putih dan panorama karang, sementara Pantai Watu Ulo mempunyai karakter garis pantai dan batu panjang yang menjadi ciri khasnya.
Jika datang sejak pagi, kunjungi salah satu pantai terlebih dahulu kemudian pindah ke pantai berikutnya sebelum sore.
Pada periode Lebaran 2026, sistem tiket terintegrasi tersebut ikut mendorong tingginya kunjungan ke kedua pantai. (Pemkab Jember)
Jam Buka dan Waktu Terbaik Datang
Papuma dikenal mempunyai akses kunjungan yang panjang dan pada informasi pengelolaan sebelumnya disebut dapat dinikmati sepanjang hari, termasuk oleh wisatawan yang menginap atau camping. (Perhutani)
Namun untuk wisatawan harian, waktu yang paling masuk akal tetap pagi hingga menjelang malam.
Pagi sekitar pukul 06.00–09.00 cocok untuk:
- Suasana lebih sepi.
- Fotografi.
- Berjalan di pantai.
- Naik ke Siti Hinggil.
- Menghindari panas.
Sore sekitar pukul 15.30 hingga matahari terbenam cocok untuk menikmati panorama sunset.
Tengah hari dapat terasa cukup panas karena sebagian besar aktivitas berada di luar ruangan.
Jika kunjungan bertepatan dengan libur panjang, datang pagi sangat disarankan. Pada libur akhir tahun 2025 hingga awal 2026 dan Lebaran 2026, kunjungan Papuma termasuk tinggi. (DINAS KESEHATAN, PP DAN KB KAB JEMBER)
Apakah Aman untuk Berenang?
Papuma bukan pantai yang sebaiknya diperlakukan seperti kolam renang.
Pantai selatan Jawa mempunyai karakter ombak dan arus yang perlu dihormati.
Jika petugas memasang larangan berenang atau membatasi area tertentu, patuhi.
Jangan masuk lebih jauh hanya karena air di dekat pantai terlihat tenang.
Anak-anak harus selalu berada dekat orang dewasa.
Untuk keluarga yang membawa balita, bermain pasir dan menikmati panorama lebih aman dibanding membiarkan anak bermain di air tanpa pengawasan.
Keselamatan perlu menjadi prioritas ketika mengunjungi wisata pantai Jember.
Naik Perahu Nelayan
Salah satu aktivitas yang disebut tersedia di Papuma adalah menjelajahi sekitar pantai menggunakan perahu nelayan. (Perhutani)
Aktivitas ini memberikan sudut pandang berbeda karena gugusan batu karang dapat dilihat dari laut.
Namun layanan perahu sangat bergantung pada kondisi gelombang dan cuaca.
Jangan memaksakan perjalanan jika laut sedang tidak bersahabat.
Sebelum naik, pastikan:
- Kapal dalam kondisi layak.
- Tersedia pelampung.
- Kapasitas tidak berlebihan.
- Operator memahami kondisi laut.
- Cuaca memungkinkan.
Harga juga sebaiknya disepakati terlebih dahulu.
Kuliner Seafood di Kawasan Papuma
Perjalanan ke Papuma cukup menarik dikombinasikan dengan makan seafood.
Perhutani mencantumkan menikmati hidangan laut sebagai salah satu kegiatan yang dapat dilakukan pengunjung. (Perhutani)
Kawasan mempunyai warung dan tempat makan yang dapat digunakan untuk beristirahat setelah berjalan di pantai.
Pilihan ikan bergantung hasil dan ketersediaan.
Sebelum memesan, tanyakan harga dan metode perhitungan agar lebih jelas.
Jika ingin eksplor lebih luas, perjalanan kuliner Jember dapat dilanjutkan setelah kembali ke pusat kota.
Makanan khas Jember dan Jawa Timur juga dapat menjadi bagian tambahan perjalanan.
Untuk mencari inspirasi destinasi daerah lain, rekomendasi wisata Indonesia dapat dijadikan referensi.
Fasilitas Pantai Papuma
Papuma termasuk pantai yang sudah lama dikelola sebagai destinasi wisata sehingga fasilitas dasarnya cukup memadai.
Fasilitas yang dapat ditemukan di kawasan antara lain:
- Area parkir.
- Toilet.
- Tempat makan.
- Tempat istirahat.
- Musala.
- Penginapan.
- Area menikmati panorama.
- Akses menuju Siti Hinggil.
Fasilitas bisa mengalami renovasi atau penyesuaian.
Pada 2026, pemerintah daerah juga aktif melakukan pembenahan dan menjaga kebersihan kawasan pantai selatan, termasuk Papuma. Pada Februari 2026 Papuma menjadi salah satu lokasi gerakan bersih pantai yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. (Pemkab Jember)
Menginap di Papuma
Menginap dapat dipertimbangkan jika ingin menikmati pantai lebih santai.
Terdapat fasilitas akomodasi di kawasan yang dikenal sebagai Foresta Resort Papuma. (Perhutani)
Menginap memberikan beberapa keuntungan.
Pengunjung tidak perlu terburu-buru pulang setelah sunset dan dapat menikmati suasana dini hari.
Namun jangan langsung datang dengan asumsi kamar selalu tersedia.
Pada akhir pekan dan musim liburan, lakukan reservasi sebelumnya.
Alternatifnya adalah memilih hotel di Jember kemudian melakukan perjalanan pagi menuju pantai.
Pantai Watu Ulo sebagai Pasangan Perjalanan
Karena tiket sudah terintegrasi, Watu Ulo menjadi destinasi paling logis untuk dikunjungi bersama Papuma.
Kedua pantai mempunyai karakter yang berbeda.
Papuma unggul pada pasir putih, tanjung, Siti Hinggil, dan gugusan batu karang.
Watu Ulo lebih dikenal karena formasi batu panjang yang dikaitkan dengan bentuk ular dan menjadi bagian dari cerita lokal.
Wisatawan dapat membandingkan dua karakter pantai dalam satu perjalanan tanpa membeli tiket kedua.
Kebijakan ini membuat kawasan tersebut semakin menarik untuk wisata Jember 2026.
Itinerary Pantai Selatan Jember Sehari
Berangkat dari pusat Jember sekitar pukul 06.30.
Targetkan tiba di kawasan pantai sekitar pagi.
Mulai perjalanan dari Watu Ulo atau Papuma sesuai kondisi lalu lintas dan loket yang digunakan.
Habiskan pagi dengan berjalan di pantai dan menikmati panorama.
Menjelang siang, makan di kawasan wisata dan beristirahat.
Setelah itu lanjutkan mengeksplorasi pantai lainnya.
Sekitar pukul 15.30, kembali ke Papuma jika ingin menikmati sunset dari kawasan pantai atau titik pandang.
Setelah matahari terbenam, mulailah perjalanan kembali menuju penginapan.
Susunan seperti ini memanfaatkan tiket terintegrasi secara maksimal dan tetap memberikan waktu cukup di setiap destinasi.
Untuk agenda hari berikutnya, panduan perjalanan wisata dapat membantu mencari tujuan lain di Jawa Timur.
Berapa Lama Waktu Ideal di Pantai Papuma?
Jika hanya ingin berfoto dan menikmati pantai, sekitar 2–3 jam sudah cukup.
Untuk menjelajahi Siti Hinggil, makan seafood, dan bersantai, sediakan sekitar 4–5 jam.
Jika ingin melihat sunset, kunjungan dapat dibuat setengah hari mulai siang.
Wisatawan yang menginap tentu dapat menikmati kawasan dengan tempo jauh lebih santai.
Papuma juga cocok untuk keluarga yang ingin menghabiskan hampir satu hari tanpa banyak berpindah tempat.
Hal yang Perlu Dipersiapkan
Gunakan pakaian ringan untuk cuaca pantai.
Sunscreen dan topi cukup penting terutama jika datang tengah hari.
Gunakan alas kaki yang nyaman jika ingin naik ke Siti Hinggil.
Bawa pakaian ganti jika anak bermain air.
Siapkan uang tunai secukupnya meskipun metode pembayaran di kawasan dapat terus berkembang.
Jangan membawa barang terlalu banyak saat berjalan ke titik pandang.
Pastikan kendaraan mempunyai bahan bakar cukup sebelum bergerak menuju pantai selatan.
Tips Mengunjungi Pantai Papuma
- Datang pagi jika ingin suasana lebih tenang.
- Datang sore jika tujuan utama melihat sunset.
- Gunakan satu tiket terintegrasi untuk mengunjungi Papuma dan Watu Ulo.
- Jangan berenang melewati batas aman.
- Awasi anak di tepi laut.
- Gunakan alas kaki nyaman untuk menuju Siti Hinggil.
- Bawa sunscreen dan topi.
- Tanyakan harga seafood sebelum memesan.
- Gunakan pelampung jika naik perahu.
- Datang lebih awal saat libur panjang.
- Jangan membuang sampah di pantai.
- Periksa cuaca sebelum berangkat.
Pertanyaan Seputar Pantai Papuma
Berapa tiket Pantai Papuma 2026?
Tiket Papuma dan Watu Ulo sudah terintegrasi dengan tarif Rp12.500 per orang sejak 2 Januari 2026. (Perhutani)
Apakah tiket Papuma sudah termasuk Watu Ulo?
Ya. Sistem tiket terintegrasi memungkinkan wisatawan mengunjungi kedua destinasi dengan satu tiket. (Pemkab Jember)
Di mana Pantai Papuma?
Lokasinya di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Apa kepanjangan Papuma?
Papuma merupakan singkatan dari Pasir Putih Malikan.
Apa yang menarik di Pantai Papuma?
Pasir putih, gugusan batu karang, Bukit Siti Hinggil, sunset, panorama tanjung, dan seafood menjadi beberapa daya tarik utamanya.
Apakah Papuma cocok untuk anak?
Cocok untuk perjalanan keluarga, tetapi anak harus selalu diawasi ketika berada dekat laut.
Apakah bisa melihat sunset?
Ya. Sunset menjadi salah satu panorama yang dikenal di Papuma.
Apakah ada penginapan?
Ada fasilitas penginapan di kawasan Papuma dan berbagai pilihan hotel di pusat Jember.
Berapa lama waktu ideal berkunjung?
Sekitar tiga hingga lima jam cukup untuk menikmati pantai, Siti Hinggil, dan makan dengan santai.
Apakah Papuma dekat Watu Ulo?
Ya. Kedua destinasi berada dalam kawasan pantai selatan Jember dan sekarang menggunakan tiket terintegrasi.
Mengapa Pantai Papuma Layak Dikunjungi pada 2026?
Pantai Papuma mempunyai kombinasi lanskap yang cukup lengkap.
Pengunjung mendapatkan pasir putih, laut selatan, tebing, gugusan karang, panorama dari ketinggian, kuliner laut, serta pilihan menginap dalam satu destinasi.
Perubahan sistem tiket pada 2026 juga membuat kunjungan menjadi semakin menarik. Dengan Rp12.500, wisatawan dapat mengakses Papuma dan Watu Ulo sekaligus. (Pemkab Jember)
Bagi wisatawan yang sedang mengeksplorasi wisata Jawa Timur, Papuma termasuk pantai yang mempunyai identitas kuat dan mudah dibedakan dari destinasi pesisir lainnya.
Rute dan Akses Menuju Pantai Papuma dari Kota Besar
Dari Jember Kota
Perjalanan dari pusat Jember menuju Papuma membutuhkan sekitar satu hingga satu setengah jam tergantung titik keberangkatan dan kondisi jalan.
Gambaran rutenya:
Jember Kota → Ajung → Jenggawah → Ambulu → kawasan Watu Ulo/Lojejer → Pantai Papuma
Beberapa bagian menjelang pantai melewati jalan yang lebih kecil dibanding jalur utama kota.
Gunakan navigasi aktual ketika mendekati kawasan.
Dari Lumajang
Wisatawan dari Lumajang dapat menuju Jember kemudian bergerak ke selatan.
Lumajang → Jatiroto → Tanggul → Jember → Ambulu → Papuma
Perjalanan membutuhkan beberapa jam sehingga sebaiknya berangkat pagi.
Dari Banyuwangi
Perjalanan dari Banyuwangi dapat diarahkan melalui Genteng dan Jember.
Banyuwangi → Genteng → Kalibaru → Jember → Ambulu/Wuluhan → Pantai Papuma
Jika perjalanan dilakukan dalam satu hari, berangkat sangat pagi lebih nyaman.
Dari Bondowoso
Dari Bondowoso:
Bondowoso → Jember → Jenggawah → Ambulu → kawasan pantai selatan → Papuma
Setelah masuk Kabupaten Jember, arahkan perjalanan menuju sisi selatan.
Dari Malang
Wisatawan dari Malang dapat bergerak melalui Lumajang menuju Jember.
Malang → Lumajang → Jember → Ambulu → Pantai Papuma
Perjalanan cukup panjang.
Menginap di Jember terlebih dahulu dapat menjadi pilihan lebih nyaman dibanding memaksakan pulang-pergi dalam satu hari.
Dari Surabaya
Dari Surabaya tersedia pilihan kendaraan pribadi, bus, travel, maupun kereta menuju Jember.
Dengan kendaraan:
Surabaya → Pasuruan → Probolinggo → Jember → Ambulu → Pantai Papuma
Kereta menuju Jember kemudian dilanjutkan mobil sewa juga cukup praktis.
Bagi wisatawan yang ingin mengembangkan perjalanan lintas kota, inspirasi liburan Indonesia dapat dijadikan referensi berikutnya.
Dari Stasiun Jember
Stasiun Jember menjadi titik kedatangan yang praktis untuk wisatawan dari Surabaya, Banyuwangi, maupun kota lain yang mempunyai perjalanan kereta menuju Jember.
Dari stasiun, lanjutkan menggunakan mobil sewa, taksi, atau kendaraan yang sudah dipesan menuju Papuma.
Transportasi langsung lebih praktis dibanding harus berganti kendaraan beberapa kali karena lokasi pantai berada cukup jauh dari pusat kota.
Jika membawa keluarga, mobil sewa dengan pengemudi dapat mempermudah perjalanan sekaligus menuju Watu Ulo.
Dari Bandara Notohadinegoro
Jika terdapat penerbangan yang sesuai jadwal perjalanan, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dari Bandara Notohadinegoro menuju kawasan pantai selatan menggunakan kendaraan.
Arah perjalanan dilanjutkan menuju Ambulu dan kawasan Wuluhan.
Layanan penerbangan dapat berubah sehingga jadwal aktual perlu diperiksa sebelum menyusun itinerary.
Transportasi Paling Praktis
Mobil menjadi pilihan paling praktis, terutama jika ingin mengunjungi Papuma dan Watu Ulo sekaligus.
Motor cukup nyaman bagi wisatawan lokal yang terbiasa dengan jalur Jember selatan.
Wisatawan yang datang dengan kereta dapat menyewa mobil dari pusat Jember.
Transportasi online mungkin lebih mudah diperoleh dari kota dibanding untuk perjalanan pulang dari kawasan pantai, sehingga perjalanan sewa pulang-pergi lebih aman untuk wisatawan luar daerah.
Penutup
Pantai Papuma tetap menjadi salah satu ikon tempat wisata Jember berkat kombinasi pasir putih, gugusan karang, Tanjung Papuma, Bukit Siti Hinggil, panorama laut selatan, dan suasana sunset. Tempat ini cocok untuk wisata keluarga, fotografi, perjalanan pasangan, maupun wisatawan yang ingin menikmati pantai tanpa aktivitas terlalu berat.
Tahun 2026 juga membawa keuntungan tambahan karena tiket Papuma sudah terintegrasi dengan Watu Ulo. Datang pagi untuk mengeksplorasi dua pantai sekaligus atau pilih sore jika ingin menikmati sunset di Papuma. Selama tetap memperhatikan kondisi ombak dan menjaga kebersihan kawasan, perjalanan ke Papuma dapat menjadi salah satu agenda paling menarik dalam eksplorasi tempat wisata Jawa Timur.
Catatan: Harga tiket terintegrasi, sistem loket, tarif parkir, layanan perahu, fasilitas, harga penginapan, kondisi jalur, jam akses, serta aturan keselamatan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu periksa kondisi terbaru sebelum berangkat, terutama ketika berkunjung pada musim liburan atau saat cuaca pantai selatan kurang baik.
Keyword Terkait
Pantai Papuma, Pantai Papuma Jember, Pantai Papuma 2026, Tanjung Papuma, harga tiket Pantai Papuma, tiket Papuma 2026, tiket Papuma Watu Ulo, Bukit Siti Hinggil, sunset Pantai Papuma, alamat Pantai Papuma, lokasi Pantai Papuma, rute Pantai Papuma, wisata pantai Jember, pantai di Jember, wisata keluarga Jember, wisata Jember, tempat wisata Jember, wisata Jember 2026, wisata Jawa Timur, tempat wisata Jawa Timur






